• Regulation

  • Health

  • Europe

  • America

  • Asia

  • Australia

  • Africa

Rokok LA Light Illegal Beredar

19 September 2011
Sumber: Pontianak Post


SINTANG--Produk rokok merek LA Light tanpa cukai resmi beredar di kota Sintang. Berdasarkan temuan Pontianak Post di lapangan, kebanyakan rokok tersebut beredar di kios kecil, sehingga keberadaannya tidak terlalu teramati. Dari bentuk fisik, nyaris mirip dengan yang beredar di pasaran, namun setelah diteliti secara seksama, terdapat beberapa perbedaan diantaranya tidak terdapat peringatan pemerintah tentang bahaya merokok di bagian belakang kotak. Selain itu tulisan proses pembuatannya tidak setebal seperti pada kotak rokok yang terdapat cukai resminya. 


Ditambah letak Bar Code juga berbeda posisi serta tulisan LA juga tidak ditemukan dibagian sisi kotak dan tidak mencantumkan kadar tar dan nikotin, dan ini yang sangat membahayakan. Rokok tanpa cukai resmi ini juga dijual dengan harga yang lebih murah, meskipun terdapat beberapa toko yang menjual dengan harga yang sama dengan rokok resmi. Apabila dilihat bentuk fisik batangan rokoknya, lebih banyak terdapat bercak kuning kehitaman, sehingga seperti rokok yang lama disimpan dengan rasa yang sedikit berbeda.
Menurut salah seorang penjual rokok yang tidak mau disebutkan namanya, beredarnya rokok tanpa cukai yang dijualnya memang tidak diketahuinya secara pasti. Sebab, selama membuka warung di Jalan Oevang Oray Sintang yang juga difungsikan sebagai warung makan tersebut, dia membeli rokok di salah satu toko tak jauh dari tempat usahanya tersebut.


“Selama ini saya tidak terlalu memperhatikan. Sebab, membelinya juga tidak pernah per bungkus, namun satu kotak yang isinya 10 batang. Kalau akan dipajang saja baru saya buka kotaknya, makanya kalau tidak diinformasikan saya juga tidak tahu. Kalau memang begini, saya tidak mau jual rokok yang tidak ada cukainya, takut ada apa-apa dan ini akan saya kembalikan ke tempat saya membeli,” jelas dia.
Hal senada diungkapkan salah satu distributor rokok di kota Sintang Lim Sian Hui. Menurut pria pemilik toko Andaria ini, dirinya memang mengetahui adanya rokok LA yang tidak terdapat pita cukainya yang beredar di kota Sintang dalam satu bulan terakhir. Bahkan berdasarkan keterangan yang didapatkannya, rokok tersebut berasal dari wilayah perbatasan Malaysia.


“Katanya sih yang saya dengar rokok itu sebenarnya merupakan rokok yang dikirim ke Malaysia, dan disini dijual oleh sales yang berkeliling. Namun saya sendiri tidak pernah membelinya, karena saya tahu bahwa itu rokok illegal. Sebab, tidak ada cukai resminya. Saya tidak mau ambil resiko, jadi saya langsung beli dari Pontianak,” terang dia.
Dengan beredarnya rokok illegal  tersebut, tambah dia, sangat berpengaruh terhadap penjualan rokoknya, dimana dalam satu bulan terakhir menurun 30 persen. Hal tersebut disebabkan penjualannya yang sedikit lebih murah dibandingkan rokok yang resmi. Oleh sebab itu, pria yang sudah 20 tahun menjalankan usahanya sebagai distributor tersebut, berharap dinas terkait dapat mengantisipasi hal tersebut, sehingga tidak merugikan masyarakat.“Pedagang pastinya memilih yang murah, walaupun perbedaannya tidak terlalu jauh, sehingga penjualan kami sedikit menurun bulan ini. Jadi saya harap ini harus segera ditangani pemerintah, karena yang rugi bukan hanya kami, tetapi masyarakat juga sebagai konsumen, sebab kita tidak tahu apakah rokok tersebut layak untuk dikonsumsi atau tidak,” tuntasnya.(wah)  

Filed Under:

Leave a Reply