• Regulation

  • Health

  • Europe

  • America

  • Asia

  • Australia

  • Africa

Perda Tanpa Rokok Pemko Tebingtinggi Patut Didukung

September 27, 2012
Sumber: analisadaily.com
 
PATUT diapresiasi langkah yang akan diambil Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi terkait pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) tentaang Kawasan Tanpa Rokok pada Januari 2013. Gagasan ini butuh dorongan kuat dari semua elemen masyarakat, terutama dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai lembaga yang memiliki fungsi sebagai pembuat Undang Undang berupa Perda. Walaupun pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh Pemko Tebingtinggi dari sektor pajak iklan rokok terbilang tinggi, namun bertekat untuk menolak atau pemasangan iklan rokok di "kota lemang" itu. Hal ini sebagai wujud untuk mendukung Perda Kawasan Tanpa Rokok.
Sepatutnya pula kabupaten/kota terutama Kota Medan sebagai ibukotanya Provinsi Sumatera Utara turut memikirkan untuk melahirkan perda yang sejalan, karena sudah saatnya pemerintah berperan aktif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat diawali dengan larangan merokok di tempat-tempat umum. Sebagaimana dilansir Yayasan Pusaka Indonesia menyebutkan, di Indonesia tahun 2001, tembakau (rokok) telah membunuh 427.948 perokok atau 1.172 jiwa setiap hari. Pada abad 20 tembakau telah membunuh 100 juta jiwa di seluruh dunia dan abad 21 diperkirakan akan membunuh 1 miliar jiwa. (Harian Analisa, 28 Septemner 2012). Fakta inilah yang menjadi alasan Pemko Tebingtinggi untuk melahirkan Perda Kawasan Tanpa Rokok.

Dampak positif terhadap Perda Kawasan Tanpa Rokok adalah adalah terbebasnya perokok pasif, yakni orang-orang di sekeliling para perokok aktif yang menjadi korban kepulan asap rokok. Karena para perokok pasif secara tidak sadar juga sedang mengakumulasi racun-racun ke dalam tubuhnya sebagai dampak kelakukan para perokok aktif. Kehadiran Perda larangan merokok memberikan solusi akan hal ini. Perda ini memberi kesempatan pada perokok pasif untuk bisa menghirup udara segar secara bebas, tanpa merasa terganggu dengan adanya asap rokok. Rokok menyebabkan aneka macam penyakit berbahaya yang akan terakumulasi menahun dalam tubuh si perokok. Oleh sebab itu kehadiran Perda ini secara tak sadar memberikan kesempatan pada perokok untuk mengurangi risiko kematian sebagai dampak dari kegiatan merokok.

Pelarangan kawasan-kawasan tertentu untuk merokok sebagaimana yang tercantum dalam Perda larangan merokok, praktis akan mengurangi aktifitas merokok yang dilakukan oleh seseorang. Pengurangan intensitas merokok akan berdampak baik dari segi ekonomi terhadap orang yang bersangkutan. Misalnya ia terbiasa menghabiskan sebungkus rokok dalam sehari, dengan adanya peraturan larangan ini, dapat mengurangi intensitas penggunaannya. Misalnya sebungkus rokok bisa ia gunakan untuk dua atau tiga hari. Tentu uang yang biasanya untuk membeli rokok bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya. Atau untuk menambah jumlah uang untuk menabung.

Belajar dari beberapa kota yang telah memiliki Perda Larangan Merokok di Tempat Umum seperti DKI Jakarta, lewat Perda Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Perda itu juga ditegaskan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2010. Dalam Perda itu dinyatakan, tempat khusus merokok ditem patkan di luar gedung dengan ketentuan terpisah secara fisik dan terletak di luar gedung. Selain itu, ruang khusus merokok tidak berdekatan dengan pintu masuk gedung agar asap rokok tidak dapat kembali masuk ruangan. Namun pelaksanaan Perda larangan merokok di Jakarta dinilai lemah. Karenanya Perda tersebut harus dikawal dengan serius.

Harus disadari tujuan dari beragam peraturan terkait kawasan "No Smoking" atau dilarang merokok sebenarnya demi melindungi mereka yang tidak merokok dari bahaya paparan asap rokok orang lain. Tujuannya lebih untuk kesehatan masyarakat, bukan melarang orang untuk merokok. Sehingga harus ada area khusus merokok. Diakui, untuk melahirkan sebuah Perda tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak kendala dan tantangan yang harus dihadapi, baik tekanan secara politik yang datang dari DPRD maupun tekanan-tekanan yang datang dari produsen rokok. Karenanya butuh komitmen bersama dari semua pemangku kepentingan. Pemko Tebingtinggi harus gigih memperjuangkan Perda ini lolos dan disetujui oleh DPRD, sehingga komitmen untuk mewujudkan kawasan sehat akan tercapai. Terlebih bagaimana Perda ini dapat diterapkan dengan baik dan bukan sebatas peraturan. Peran seluruh elemen masyarakat juga sangat penting untuk mewujudkan terbentuknya perda ini. 


Filed Under:

Leave a Reply